Showing posts with label Tehnik dan Taktik Sepakbola. Show all posts
Showing posts with label Tehnik dan Taktik Sepakbola. Show all posts

Saturday, 7 November 2015

Teknik Dasar Permainan Sepakbola (3)

5.        Mengontrol Bola (controlling)
Mengontrol bola (controlling) adalah gerakan yang digunakan untuk mengontrol (mengendalikan) atau menghentikan bola yang datang menuju posisi kita berada agar bola yang datang dapat kita hentikan atau kuasai dengan baik untuk selanjutnya bisa di distribusikan ke teman maupun untuk ditendang langsung ke gawang lawan. Dalam aplikasinya saat pertandingan, mengontrol bola ada beberapa cara yaitu mengontrol bola dengan kaki dalam, mengontrol bola dengan kaki luar, dan mengontrol bola dengan dada.
a.       mengontrol dengan kaki dalam
Biasanya untuk orang yang pertama kali ingin bermain sepakbola gunakanlah teknik ini, karena teknik ini lebih mudah di praktekkan. Namun selain itu mengontrol dengan kaki bagian dalam lebih sering digunakan oleh para pemain sepakbola profesional ketika ingin mengontrol bola.
Langkah pertama yang dilakukan yaitu, sikap tubuh siap dan menghadap kearah datangnya bola, kemudian pergelangan kaki yang digunakan untuk mengontrol diputar kea rah luar. Kaki tumpuan sedikit ditekuk dan kedua tangan bergerak secara rileks untuk keseimbangan badan. Gunakan kaki bagian dalam untuk mengontrol / mengenai bola. Kemudian kaki yang digunakan untuk mengontrol bola agak ditarik ke belakang dan posisi kaki harus mengenai bagian tengah bola, apabila kaki bagian dalam menyentuh bola terlalu kebawah, maka bola aka bergerak keatas, dan apabila posisi kaki bagian dalam menyentuh bola terlalu keatas bisa jadi bola malah gagal kita control karena bola terus melaju.
b.      Mengontrol dengan kaki luar

Saturday, 29 August 2015

Teknik Dasar Permainan Sepakbola (2)



3        Melempar Bola (throwing)
Melempar bola (throwing) adalah memasukkan / memberikan bola ke dalam lapangan oleh seorang pemain dengan menggunakan kedua tangan dikarenakan sebelumnya pemain lawan menyentuh bola dan mengakibatkan bola tersebut meninggalkan lapangan pertandingan.
Posisi bola beradda di belakang kepala

Ketika bola dilempar, kedua kaki harus tetap manapak di tanah dan tidak masuk garis
 Pertama yang harus kita lakukan adalah menentukan bola akan diberikan kepada siapa. Kemudian lemparlah bola menggunakan kedua tangan dan sebelum dilemparkan kedalam lapangan, posisi bola harus berada dibelakang / diatas kepala si pelempar. Setelah itu lemparkan bola ke arah teman kita dan pastikan bola tersebut bisa dengan mudah dikontrol oleh teman kita, selain itu melemparkan bola ke tempat kosong juga dapat menjadi pilihan lain ketika teman-teman kita mendapatkan penjagaan yang cukup ketat. Kemudian lemparlah bola ke dalam lapangan dengan kedua kaki tetap menginjak tanah, jangan sampai salah satu kaki terangkat keatas karena hal itu dapat menyebabkan lemparan kedalam akan diulang dan bola diberikan kepada tim lawan. Satu lagi yang tidak boleh dikakukan, yaitu kedua kaki harus tetap berada diluar garis lapangan Pertandingan. Untuk lebih jelasnya lihatlah video tutorial berikut :

4        Menyundul bola (heading)
Menyundul bola (heading) adalah suatu gerakan kepala untuk mengenai bola yang datang menuju arah berdirinya kita untuk mengubah arah meluncurnya bola seperti memasukkan bola ke dalam gawang, mengoperkan bola kepada teman, maupun membuang bola ketika lawan melakukan umpan lambung.
Sebenarnya melakukan gerakan menyundul gampang-gampang susah, ketika kita kurang dalam berlatih tentunya akan agak sulit dalam melakukan sundulan maupun dalam akurasi kemana bola akan kita arahkan, dan bila kita lebih sering berlatih dan berlatih maka kita akan lebih mudah untuk melakukan sundulan.
Proses dari konsentrasi terhadap bola yang datang sampai menyundul

Langkah pertama yang harus diperhatikan adalah jangan takut akan berduel dengan pemain lawan. Sebelum kita melompat untuk menyundul bola, kita harus yakin dan jangan takut dengan lawan untuk memenangkan duel udara. Setelah itu lihat arah datangnya bola dan ambil kuda-kuda untuk persiapan melompat. Kemudian melompatlah setinggi mungkin dengan posisi tangan ada di samping dada kita yang dipergunakan untuk melindungi diri. Ketika berada diudara, tariklah kepala kebelakang, dan busungkan dada ke depan adar sundulan kita memiliki power, setelah itu Sundullah bola menggunakan dahi, pada umumnya menyundul memang menggunakan dahi, tapi tidak menutup kemungkinan untuk melakukan sundulan dengan bagian kepala lain seperti ubun-ubun ataupun bagian belakang kepala, namun itu sangat jarang. Untuk lebih jelasnya lihatlah video tutorial berikut :


Saturday, 22 August 2015

Teknik Dasar Permainan Sepakbola (1)


Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang paling populer dikalangan masyarakat Indonesia. Permainan sepakbola sangat digemari oleh masyarakat dari berbagai kalangan dan berbagai umur seperti pelajar, mahasiswa, wiraswasta, maupun orang kerja kantoran, tua dan muda menyukai permainan sepakbola.
Permainan sepakbola dimainkan oleh 11 pemain, dipimpin oleh 1 wasit utama, 2 wasit hakim garis dan 1 wasit pengganti. Lama permainan sepakbola sendiri  45 menit setiap babak, dan satu pertandingan terdiri dari 2 babak. Mempelajari permainan sepakbola sebenarnya tidaklah terlalu sulit apabila kita memiliki niat, tekat, bekerja keras, disiplin dan tidak mudah menyerah akan lebih mudah menguasai teknik permainan sepakbola dengan bagus. Tidak kalah penting juga tentunya dukungan dari orang tua dan keluarga.
Pada postingan kali ini saya ingin berbagi ilmu mengenai teknik dasar permainan sepakbola. Permainan sepakbola sendiri memiliki 5 teknik dasar, yaitu :
1.      Mengoper bola (passing)
2.      Menendang bola (shooting)
3.      Melempar bola (throwing)
4.      Menyundul bola (heading)
5.      Mengontrol bola (controlling)
Pada kali ini saya akan membahas tentang mengoper bola (passing) dan menendang bola (shooting) terlebih dahulu
1.      Mengoper Bola (passing)
Mengoper bola (passing) digunakan untuk mendistribusikan atau memberikan bola kepada teman kita dengan keras dan tepat. Dalam aplikasinya sendiri, mengoper bola ada 2 macam, yaitu mengoper menggunakan kaki bagian dalam dan mengoper menggunakan kaki bagian luar
a.       Mengoper dengan kaki dalam
Biasanya untuk orang yang pertama kali ingin bermain sepakbola gunakanlah teknik ini, karena teknik ini lebih mudah dipraktekkan untuk pemula. Namun selain itu mengoper dengan kaki bagian dalam lebih sering digunakan oleh pemain sepakbola ketika ingin mengoper bola.
mengoper dengan kaki bagian dalam
 Langkah awal yang harus kamu lakukan dalam mengoper menggunakan kaki bagian dalam adalah letakkan bola kira-kira 1 meter didepan kita, kemudian gunakan kaki terlemahmu sebagai tumpuan badan, kemudian ayunkan kaki terkuatmu untuk mendorong / menyodok / mengoper bola. Perlu diketahui posisi kaki ketika mengenai atau menyentuh bola haruslah berada di tengah-tengah bola, posisi kaki jangan terlalu kebawah bagian bola karena dapat benyebabkan pergerakan bola akan agak melambung, dan juga jangan terlalu keatas karena dapat menyebabkan laju bola menjadi lemah. 
bagian bola yang disentuh oleh kaki bagian dalam
Untuk lebih jelasnya silahkan lihat video tutorial berikut
 b.      Mengoper dengan kaki luar
Mengoper menggunakan kaki bagian luar sebenarnya hanya variasi dari mengoper dengan kaki bagian dalam. Alangkah baiknya kita menguasai terlebih dahulu teknik mengoper dengan kaki bagian dalam sebelum mempelajari teknik mengoper dengan kaki bagian luar.
mengoper dengan kaki bagian luar
 Langkah-langkah mengoper dengan kaki bagian luar tidak jauh berbeda dengan mengoper menggunakan kaki bagian dalam, perbedaannya hanya bagian kaki yang menyentuh bola. Jika mengoper dengan kaki bagian dalam bagian kaki yang digunakan adalah kaki bagian dalam, maka mengoper dengan kaki bagian luar menggunakan bagian luar kaki / kuda-kuda kaki. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat video tutorialnya berikut
  
2.      Menendang bola (shooting)
Menendang bola digunakan untuk mencetak gol / memasukkan bola ke dalam gawang lawan. Untuk dapat melakukan shooting dengan benar dan keras, haruslah sering-sering berlatih agar memiliki

Thursday, 26 June 2014

Jenis - Jenis Posisi dalam Permainan Sepakbola

1. Kiper/Penjaga Gawang
Inilah posisi terpenting dalam sepakbola karena dia bertugas menjaga gawang dari bola tembakan lawan. Cukup sulit memang untuk menjadi kiper karena dibutuhkan refleks, kekuatan, skill, lompatan yang jauh dan tinggi, kemampuan menebak pinalty, ketepatan menagkap bola, mengatur pertahanan, dan ketenangan saat 1 on 1. Sebaiknya yang tidak terlalu jago jangan coba2 jadi kiper. Karena nasib jadi kiper hanya 2, selalu dimainkan atau pengisi setia bangku cadangan. Kiper juga merupakan posisi spesial karena diperboelhkan menangkap bola dengan tangan di kotak penalty selama itu bukan bola tendangan pemain teman yang langsung ditangkap kecuali jika tidak sengaja.

2. Sweeper/Libero
Merupakan posisi mutlak/wajib dalam strategi catenaccio atau bertahan ala timnas Italia. Sweeper/Libero ditempatkan di belakang bek, di depan kiper dan merupakan tembok terahkir sebelum kiper. Sesuai namanya : sweeper, pemain ini bertugas membuang bola jauh-jauh dari kotak penalty. Tapi pemain ini boleh berkeliaran di lapangan tengah. Karena punahnya strategi catenaccio, posisi ini tidak lagi digunakan dan tidak lagi populer.

3. Bek Tengah/Center back/Stopper
Pemain ini bertugas menjadi palang pintu, melakukan marking/penjagaan pada pemain lawan, menutup ruang tembak, dan menghalau crossing atau umpan lainnya. Biasanya posisi ini bertubuh besar dan tegap. Posisi ini juga biasanya maju membantu serangan saat corner/free kick. Karena perannya kurang terlihat, posisi ini kurang populer walau sebenarnya posisi ini sangat penting, bahkan wajib.

4. Bek sisi/Side back/Full back
Posisi ini tidak membutuhkan tubuh besar, justru pemain kurus lebih bagus untuk ini karena memang dibuthkan pemain yang cepat. Posisi ini sering membantu serangan dan melakukan crossing. Tugas posisi ini adalah menghalangi serangan dari sisi dan menjadi tembok pertama penghalau crossing.

5. Bek sayap/Wing back
Posisi ini mulai jarang karena sudah diwakili oleh posisi diatas. Bek sayap biasanya lebih menyerang walau posisinya berada di belakang sayap tengah. Posisi ini dapat ditemui dalam formasi 5 bek.

6. Gelandang bertahan/Defence midfielder
Peran ini cukup penting karena bertugas menjadi tembok pertama pertahanan. Posisi ini juga bertugas merusak irama serangan lawan agar lawan tidak leluasa menyerang. Gelandang bertahan biasanya

Tuesday, 27 August 2013

Tips Menjadi Penjaga Gawang yang Hebat

   Mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan sangatlah penting untuk menjadi Kiper (penjaga gawang) yang lebih baik. Artikel ini berisi ide dan tips untuk menjadikan kamu kiper yang mempunyai  tingkat lebih tinggi. Kiper adalah posisi penting dilapangan yang bertugas sebagai titik pertahanan terakhir. Ketika semua pemain bertahan gagal dalam mempertahankan daerahnya, kiper yang baik dapat menahan serangan bola sehingga menghindarkan dari kekalahan.

      Dalam artikel ini akan mempelajari 10 faktor kunci menjadi kiper yang handal oleh Stewart Flaherty (Pelatih Sepak bola Profesional) :
 
1. Menghentikan Tendangan
Menghentikan tendangan adalah tugas yang jelas untuk setiap kiper. Kamu harus mengembangkan   kemampuan untuk menangkap bola yang datang, dapat juga dibagi menjadi dua sisi. Pastikan untuk menyentuh tiang gawang setelah menerima bola dari dua sisi yang berbeda. Berlatih secara teratur dan meminta teman untuk menembak 50 bola dari dua arah yang berbeda.

2. Distribusi Bola
Distribusi adalah elemen penting untuk seorang penjaga gawang. Seorang yang tidak percaya diri dan mempunyai kemampuan dalam distribusi dapat menjadi masalah besar untuk tim. Tidak hanya akan membuntukan serangan pada tim tetapi bisa menyebabkan serangan balik yang bisa membahayakan area sendiri. Distribusi yang baik dapat menjaga 'ball possession' tim dan juga mengamankan pertahanan tim. Distribusi yang cepat dan akurat dari kiper dapat memulai serangan balik untuk tim.

3. Membaca Permainan
Menyadari perkembangan permainan adalah ketrampilan penting yang harus dimiliki setiap kiper.  Lihatlah bek tengah kamu dan pastikan baik dan tertutup. Periksa pemain bertahan kamu telah menutupi sisi daerah dari penyerang, sebelum memantau penyerang yang berlari dari tengah lapangan. Pastikan faktor tadi dilakukan ketika bola melintasi tengah lapangan. Karena jika terlambat maka harus melakukan penyesuaian dengan konsentrasi melihat bola dalam jarak tembak. Bahkan walau dalam keadaan penguasaan bola tetap konsentrasi  dan memeriksa posisi pemain belakang untuk mempersiapkan ketika terjadi serangan balik.

4. Komunikasi
Jika menemukan ada pemain lawan yang tidak terjaga, komunikasikan secara cepat dan jelas kepada defender untuk membuat penyesuaian yang tepat pada tim. Jangan berteriak "TUTUP !" secara umum, kamu berbicara kepada siapapun tetapi tidak ada seorangpun yang akan bereaksi. Identifikasi defender mana yag harus menyesuaikan dan sebut nama mereka ketika memberikan instruksi.

5. Mengatasi Umpan Silang
Baik dari 'open play' maupun dari 'set pieces', kamu harus mengembangkan kemampuan untuk menghadapi umpan silang yang mengarah ke kotak penalti. Jadilah tegas ! bergerak untuk menjemput bola atau tetap bertahan di garis gawang untuk mengamankan dari tembakan, komunikasikan keputusanmu dengan jelas kepada pemain bertahanmu. Mengetahui keinginan penjaga gawang, akan menambah kejelasan dan percaya diri para pemain yang berada di garis pertahanan.

6. Mengenali ketika lolos dari pemain bertahan

Cara Meningkatkan Skill Bermain Sepakbola

Secara individual, skill sepakbola yang dikembangkan perlu melalui sebuah pengulangan. Pilih salah satu teknik tertentu (seperti gerakan kura-kura kaki atau menggiring bola dengan bagian luar kaki) dan berlatih khusus pada teknik tersebut setidaknya 30 menit. Hal ini sangat penting untuk melakukannya dalam suatu ritme dan dengan gangguan sesedikit mungkin. Hasil ini akan anda rasakan setelah latihan dimana koordinasi anda telah meningkat dan anda lebih percaya diri dengan skill ini.

Berikut adalah beberapa alternatif cara meningkatkan skill sepakbola yang dapat anda pertimbangkan :


  • Berlatih dengan melawan dinding (bagus untuk melatih tendangan dan kontrol)
  • Ketika berlatih dengan melawan dinding, jangan hanya menendang bola di sekitar anda. Pastikan anda hanya menerapkan teknik tertentu yang sudah anda pilih sebelumnya. Misalnya, menendang bola hanya menggunakan 'passing dorongan' dan menerima bola tesebut hanya dengan kaki bagian luar.

    berlatih-dengan-melawan-dinding


  • Menggunakan sejumlah bola (ideal untuk melatih tembakan dan membelokkan bola)
  • Persiapkan deretan bola dan berlatih pada satu teknik menendang tertentu. Anda dapat melakukannya ke sebuah gawang atau berpura-pura melakukan crossing.

    mempersiapkan-deretan-bola


  • Memiliki teman latihan (mengembangkan skill satu lawan satu)
  • Gunakan teman anda untuk bermain satu lawan satu dengan gawang kecil. Ini akan mengajarkan anda banyak kehalusan dalam permainan dan meningkatkan efektivitas anda dalam konfrontasi individual.

    bermain-satu-lawan-satu


  • Dribbling individu (meningkatkan teknik)
  • Sangat disarankan belajar menggiring bola pada sebuah garis lurus (sekali lagi, pastikan anda hanya menggunakan satu teknik tertentu). Ada juga latihan menggiring bola zig-zag melalui kerucut-kerucut yang sudah ditata sejajar. Bersenang-senang dan bereksperimenlah untuk melatihnya.

    dribbling-bola


  • Juggling (membantu mengontrol dan menerima bola)
  • Juggling untuk waktu yang lama sangat tidak efektif dan mudah membosankan. Cobalah berlatih pada situasi yang lebih realistis. Seperti selesai dengan juggling, kemudian langsung berganti dengan skill lain seperti menggiring atau menembak bola. Misalnya, mulai juggling dan menendangkan bola melewati atas kepala anda. Kemudian berbalik dan mencoba untuk menyelesaikannya di atas tanah.

    juggling-bola
Pergunakan seluruh sesi latihan untuk satu skill atau teknik tertentu. Dalam sesi berikutnya, cobalah anda berkonsentrasi pada skill yang lain. Semoga artikel cara terbaik meningkatkan skill sepakbola ini dapat bermanfaat untuk anda. Kritik dan saran selalu tersedia dibawah halaman ini.

Monday, 28 May 2012

Tactic Chelsea FC vs Bayern on Final UCL

Bayern 1-1 Chelsea : Chelsea win it on penalties

May 20, 2012

The starting line-ups
Chelsea lifted the European Cup after a tight match was decided on penalties.
Jupp Heynckes named his expected line-up: Diego Contento came into the side at left-back, Antoliy Tymoshchuk played at centre-back, with Toni Kroos deep in midfield, allowing Thomas Muller a start in the attacking role.
Roberto Di Matteo’s line-up featured one surprise name – Ryan Bertrand was given his Champions League debut on the left side of midfield, meaning Florent Malouda was only on the bench.
The tactical battle didn’t really go Chelsea’s way – but the penalty shoot-out did.
Possession
As expected, Bayern saw more of the ball, although their first half domination was very slightly less than the 60-65% predicted in the preview. In a strange way, Chelsea’s attacks might have been more dangerous had that figure increased – Bayern weren’t committing huge numbers forward into the final third or piling on the pressure, and therefore Chelsea didn’t have many spaces to break into. Credit should go to Bayern for this, though – the full-backs were reserved and Didier Drogba wasn’t a huge force upon the game until late on.
Midfield battle
Often, games where one side sits deep and allows the opposition onto them don’t really have a ‘midfield battle’ – one side is letting the other dictate the play, and focus upon getting men behind the ball.
This was slightly different, however. Di Matteo’s decision to go with a 4-2-3-1, rather than the 4-3-3 he used against Barcelona (although really, this was 4-4-1-1 and 4-5-1 respectively, considering that Chelsea spent the majority of the time without the ball) was crucial. Instead of having three defensive-minded midfielders, the absence of Raul Meireles meant he only had two: Frank Lampard and John Obi Mikel. Juan Mata was higher up, in a natural number ten position, and only half-heartedly helped out defensively.
There were two reasons that Mata didn’t concentrate on getting goalside of Bayern’s midfielders. First, the fluidity of Kroos and Bastian Schweinsteiger caused him problems – when Mata dropped onto one, that man would stay in position and allow the other forward – Mata often found himself unable to occupy the right player at the right time. Second, Di Matteo probably told Mata to stay in space, in positions where he could receive the ball and prompt breaks, a little like Shinji Kagawa did against Bayern last weekend in the German Cup final. Mata found this difficult, however, and with Bayern’s full-backs staying quite deep and Chelsea’s wingers not able to break past, Chelsea’s transitions weren’t very effective.

Muller
Muller was the game’s key player. As mentioned in the preview, when played as the number ten Muller tends to drift right. This was probably partly the reason Di Matteo chose to field a defensive-minded player on the left wing, in order to give Ashley Cole more protection if Muller tried to overload him.
But although Muller was right-of-centre, he didn’t have to move out to the right wing because he found a little pocket of space to work in. With Frank Lampard playing slightly higher up than Jon Obi Mikel, the biggest area of space between Chelsea’s lines was perfect for Muller, and he continually picked up the ball in behind Lampard.

Chelsea were particularly vulnerable when their two problems [(a) one of the deep midfielders bursting forward unchecked and (b) Muller getting space] combined. Once in the first half, for example, Mikel was dragged across towards Muller, which then left his zone bare, so Schweinsteiger stormed into it and had an attempt from a left-centre position.
Bertrand’s other task, to help Cole defend against Robben, broadly worked. The Dutchman may have had 15 (!) attempts on goal in the 120 minutes, more than Chelsea, but the majority came when he was off-balance, and when he had been shepherded into a pack of Chelsea players. Chelsea’s ability to block shots was unbelievable – they blocked over half of Bayern’s 43 attempts, partly as they defended so narrow.

Transitions
Nothing really went right for Chelsea in an attacking sense, though – Mata struggled to prompt counters, Drogba found himself outnumered and when he peeled away onto Philipp Lahm to try and use his aerial advantage, the delivery from the right was poor. Chelsea also failed to win a corner until the final moments, so set-pieces wasn’t a productive source of chances, while long balls from Petr Cech generally found Tymoshchuk nipping in front of Drogba and Jerome Boateng covering behind him.
The game didn’t really progress in tactical terms – the only substitution before Bayern’s goal was

Saturday, 26 May 2012

Prinsip Menyerang dalam Sepakbola


Compressing The Field


Satu prinsip penting yang harus diingat ketika sedang menyerang adalah bagaimana meningkatkan penetrasi kita pada bola. Bagaimana? Caranya adalah dengan compressing the field ‘menekan lapangan’. Maksudnya, seiring dengan bergeraknya bola ke arah depan, kita sebagai satu tim harus ikut bergerak maju. Dengan demikian, support terhadap teman yang membawa bola akan maksimal, dan kita akan mencoba memenangkan jumlah di daerah lawan (yakni bagaimana agar jumlah yang terlibat dalam serangan tidak kalah dengan jumlah para pemain lawan yang bertahan).
Demikian pula, kiper juga jangan hanya berdiri di garis gawang. Ketika tim sedang naik, kiper harus ikut naik, bahkan sampai keluar kotak gawang. Namun keluarnya jangan terlalu jauh. Ya, diperkirakan lah. Dalam sepakbola modern, kiper juga ‘harus ikut bermain’. Dalam hal ini, kiper memiliki peran sebagai seorang sweeper (libero). Pendek kata, kiper harus rangkap jabatan: jadi kiper dan sekaligus jadi sweeper.

Wednesday, 23 May 2012

Prinsip Bertahan dalam Sepakbola


Kompak dan Serempak



Prinsip penting dalam bertahan yang harus diingat-ingat adalah compact (padat merapat) dan serempak. Yang dimaksud dengan compact adalah jarak antar pemain harus cukup rapat, jangan terlalu renggang. Kesepuluh pemain dalam pola 4-4-2 harus membentuk kotak maya dengan ukuran horisontal (lebar) 30 meter dan ukuran vertikal (panjang) 30 meter. Atau dengan kata lain, jarak antar lini adalah 10 meter. Dan jarak antar pemain dalam satu lini adalah 7 meter. Terutama lini belakang (yang merupakan pertahanan terakhir), jarak antar pemain tidak boleh lebih dari ini. Bahkan bila dirasa perlu, misalnya ketika bola berada di area kotak gawang, jarak lebih diperkecil lagi (lebih rapat lagi).
Kotak maya berukuran 30 m x 30 m ini harus senantiasa bergerak serempak ke arah bola. Untuk bisa bergerak serempak, tentu saja dibutuhkan kekompakan. Tanpa kekompakan, semua tidak akan bisa berjalan. Satu saja pemain tidak paham atau tidak disiplin dengan prinsip ini, sudah pasti strategi ini tidak akan bisa berjalan.
Dalam ilustrasi diatas terlihat bahwa kesepuluh pemain (warna merah)  dalam formasi yang compact senantiasa bergerak secara serempak mengikuti arah bola (warna biru). Hal seperti ini harus dilakukan setiap kali tim kita kehilangan bola, atau dengan kata lain bola sedang dikuasai oleh lawan. Selanjutnya, tujuan kita sudah pasti adalah merebut bola secepatnya. Jika tidak bisa, setidak-tidaknya menghalangi bola dialirkan ke arah gawang kita atau menghalangi bola memasuki daerah berbahaya kita. Dan begitu bola berhasil kita rebut, para pemain harus langsung berpencar sesuai dengan prinsip tutup buka. Sederhananya, demikianlahsebuah tim harus bertahan